Setiap pasangan suami istri, pada saat memasuki gerbang rumah tangga pastilah menginginkan, memiliki rumah tangga yang berbahagia, yang dijauhkan dari hidup penuh pertengkaran dan kekerasan. Sebagian orang mengistilahkan perkawinan yang berbahagia itu dengan Sorga Kecil di dunia.
Namun sayang keinginan yang indah ini, bagi sebagian pasangan suami istri hanyalah impian yang sulit menjadi kenyataan. Rumnah tangga yang damai itu berubah menjadi neraka kecil di dunia. Pertengkaran, perdebatan, rasa benci, rasa muak, mengggatikan impian bahagia itu.
Perlu kita menyadari bahwa keinginan berbahagia ini haruslah didukung kemauan yang keras untuk bisa saling mengerti, memahami dan saling menyesuaikan diri satu dengan yang lain.
Pada saat ini mari kita mencari tahu agar kita dapat mengetahui ciri-ciri pasangan - yang rawan pertengkaran, hal ini dikarenakan ada sebagian dari kita yang telah memiliki anak remaja yang tidak lama lagi anak-anak kita itu mencari dan memilih pasangan hidup mereka. Agar kita memiliki bekal menuntun mereka. Ada beberapa pasangan yang memang lebih sering bertengkar dibanding pasangan yang lain dan hal ini tentu banyak penyebabnya antara lain karena faktor-faktor:
Pada saat ini mari kita mencari tahu agar kita dapat mengetahui ciri-ciri pasangan - yang rawan pertengkaran, hal ini dikarenakan ada sebagian dari kita yang telah memiliki anak remaja yang tidak lama lagi anak-anak kita itu mencari dan memilih pasangan hidup mereka. Agar kita memiliki bekal menuntun mereka. Ada beberapa pasangan yang memang lebih sering bertengkar dibanding pasangan yang lain dan hal ini tentu banyak penyebabnya antara lain karena faktor-faktor:
1) Tidak flexible, atau sulit menyesuikan diri.
Mudah menyesuaikan diri atau tidak kaku adalah modal utama hidup bebahagia bersama sesama. Yaitu menyesuaikan diri dengan orang baru/ istri atau suami, lingkungan baru, dengan pekerjaan baru, dengan saudara-saudara baru. Wah…, repot bukan punya pasangan yang tidak flexsible atau kaku yang mau merasa benar sendiri, yang sulit trima masukan?. Sebelum menikah perlu kita menjadi pribadi yang fleksible, setelah menikah kita juga harus menjadi flexible. Walaupun kita menyadari semakin bertambah usia flexibelitas kita terhadap hal hal yang baru itu itu menurun. Untuk itu sedini mungkin dalam usia pernikahan seyogyanya segala perbedaan yang menyebabkan ganjalan dihati suami istri harus diselesaikan dengan komunikasi yang terbuka.
Saran: Jadilah orang yang Flexibble, gampang menyesuaikan diri, dan Pilihlah pasangan yang tidak kaku tetapi sanggup untuk menyesuaikan diri.
Mudah menyesuaikan diri atau tidak kaku adalah modal utama hidup bebahagia bersama sesama. Yaitu menyesuaikan diri dengan orang baru/ istri atau suami, lingkungan baru, dengan pekerjaan baru, dengan saudara-saudara baru. Wah…, repot bukan punya pasangan yang tidak flexsible atau kaku yang mau merasa benar sendiri, yang sulit trima masukan?. Sebelum menikah perlu kita menjadi pribadi yang fleksible, setelah menikah kita juga harus menjadi flexible. Walaupun kita menyadari semakin bertambah usia flexibelitas kita terhadap hal hal yang baru itu itu menurun. Untuk itu sedini mungkin dalam usia pernikahan seyogyanya segala perbedaan yang menyebabkan ganjalan dihati suami istri harus diselesaikan dengan komunikasi yang terbuka.
Saran: Jadilah orang yang Flexibble, gampang menyesuaikan diri, dan Pilihlah pasangan yang tidak kaku tetapi sanggup untuk menyesuaikan diri.
2) Tidak Respectable. Respectable yaitu biasa di kagumi, dihormati. Tidaklah berlebihan bila kita mengatakan bahwa “Hampir semua Masalah Perkawinan bersumber dari hilangnya rasa kekaguman atau respec diantara suami istri”.
Respect, Kekaguman Ini adalah salah satu modal utama yang harus dimiliki oleh kita terhadap suami atau istri. Adanya rasa Respec, kekaguman, hurmat kepada pasangan hidup dan kepada sesama akan menumbuhkan pandangan atau perfektif yang positif terhadap mereka. Sehingga pandangan Positif itu akan memudahkan kita bisa menyelesaikan segala problema, konflik, salah pengertian yang timbul dengan dia. Kekaguman terhadap pasangan adalah salah satu prasarat yang harus dimiliki, oleh sepasang suami istri, yang didapat, dipupuk sejak sebelum pernikahan berlangsung.
Ada sebagian pasangan yang kagum terhadap orang yang dikasihinya karena Senyumnya yang kas, ada yang kagum karena sikapnya yang rajin, yang ulet, yang jujur, yang gigih, sifatnya yang lemah lembut, yang tegas, yang kekar, yang maco, yang keibuan dan lain lain. Kalau kekaguman seperti ini tetap bisa di pertahankan atau di perbanyak, keluarga akan semakin bahagia.
Bila rasa kekaguman atau respek terhadap pasaangan itu luntur karena berubahnya tabiat, sikap pasagan yang tidak sepeti dulu lagi, Maka perlu kita pasangan ini akan gampang ribut, gampang menyalahkan, gampang keluar kata kata kotor, dan gampang retak.
Saran: Jadilah orang yang bisa dikagumi, dihormati, oleh pasangan hidup anda juga oleh orang lain dan selanjutnya bagi yang belum menikah, menikahlah dengan seseorang yang engkau Kagumi atau hurmati.
Saran: Jadilah orang yang bisa dikagumi, dihormati, oleh pasangan hidup anda juga oleh orang lain dan selanjutnya bagi yang belum menikah, menikahlah dengan seseorang yang engkau Kagumi atau hurmati.
3) Mereka Terlalu banyak perbedaan.
Perbedaan di sini mencakup: Cara berfikir, gaya hidup, sikap hidup, kebiasaan hidup falsafah hidup, selecara, karakter, cita-cita umur, pendidikan, dll.
Semakin banyak perbedaan diantara keduanya memerlukan semakin banyak energy, waktu dan usaha untuk penyesuaian diri. Semakin sedikit perbedaan akan semakin sedikit yang harus mereka sesuikan. Bila energy terlalu banyak untuk memberskan perbedsaan, akhirnya sebagain pasangan tidak memiliki waktu lagi untuk mengurus kehidupan yang lain.
Saran : Untuk itu perlu dipertimbangkan bagi yang masih berpacaran. Carilah pasangan yang lebih banyak persamaan, Adanya perbedaan itu membuat indah bila kita sanggup saling menyesuaikan. Tetapi bila terlalu banyak perbedaan itu sudah akan menyebabkan banyak masalah.
Perbedaan di sini mencakup: Cara berfikir, gaya hidup, sikap hidup, kebiasaan hidup falsafah hidup, selecara, karakter, cita-cita umur, pendidikan, dll.
Semakin banyak perbedaan diantara keduanya memerlukan semakin banyak energy, waktu dan usaha untuk penyesuaian diri. Semakin sedikit perbedaan akan semakin sedikit yang harus mereka sesuikan. Bila energy terlalu banyak untuk memberskan perbedsaan, akhirnya sebagain pasangan tidak memiliki waktu lagi untuk mengurus kehidupan yang lain.
Saran : Untuk itu perlu dipertimbangkan bagi yang masih berpacaran. Carilah pasangan yang lebih banyak persamaan, Adanya perbedaan itu membuat indah bila kita sanggup saling menyesuaikan. Tetapi bila terlalu banyak perbedaan itu sudah akan menyebabkan banyak masalah.
4) Tidak takut Tuhan. Pasangan seperti ini akan tidak segan-segan menghalalkan semua cara untuk mencapai tujuan. Orang yang takut Tuhan, juga akan takut menyakiti umat milik Tuhan, termasuk diri anda.
Saran: Untuk itu Jadilah Takut Akan Tuhan, dan pilihlah pasangan yang menghormati Tuhan itulah resep hidup bahagia suami istri.
Saran: Untuk itu Jadilah Takut Akan Tuhan, dan pilihlah pasangan yang menghormati Tuhan itulah resep hidup bahagia suami istri.
Efesus 5:24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. 5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.