Renungan Kristen

.

Pasangan Yang Rawan Pertengkaran

 Petrus3:9 “Dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.

Setiap pasangan suami istri, pada saat memasuki gerbang rumah tangga pastilah menginginkan, memiliki rumah tangga yang berbahagia, yang dijauhkan dari hidup penuh pertengkaran dan kekerasan. Sebagian orang mengistilahkan perkawinan yang berbahagia itu dengan Sorga Kecil di dunia.
Namun sayang  keinginan yang indah ini, bagi sebagian pasangan suami istri hanyalah impian yang sulit menjadi kenyataan. Rumnah tangga yang damai itu berubah menjadi neraka kecil di dunia. Pertengkaran, perdebatan, rasa benci, rasa muak, mengggatikan impian bahagia itu.
Perlu kita menyadari  bahwa  keinginan  berbahagia ini haruslah didukung kemauan yang keras untuk bisa saling mengerti, memahami  dan saling menyesuaikan diri satu dengan yang lain.
Pada saat ini mari kita  mencari tahu agar kita dapat mengetahui ciri-ciri pasangan - yang  rawan pertengkaran, hal ini dikarenakan ada sebagian dari kita yang telah memiliki anak remaja yang tidak lama lagi anak-anak kita itu  mencari dan memilih pasangan  hidup mereka. Agar kita memiliki bekal menuntun mereka. Ada beberapa pasangan yang memang lebih sering bertengkar dibanding pasangan yang lain dan hal ini tentu banyak penyebabnya antara lain karena faktor-faktor:
1) Tidak flexible, atau sulit menyesuikan diri.
Mudah menyesuaikan diri atau tidak kaku adalah modal utama hidup bebahagia bersama sesama. Yaitu menyesuaikan diri  dengan orang baru/ istri atau suami, lingkungan baru, dengan pekerjaan baru, dengan  saudara-saudara baru.  Wah…, repot bukan punya pasangan yang  tidak flexsible  atau kaku  yang mau merasa benar sendiri, yang sulit trima masukan?. Sebelum menikah perlu kita menjadi pribadi yang fleksible, setelah menikah kita juga harus menjadi flexible. Walaupun kita menyadari semakin bertambah usia flexibelitas kita terhadap hal hal yang baru itu itu menurun. Untuk itu sedini mungkin  dalam usia pernikahan seyogyanya segala perbedaan yang menyebabkan ganjalan dihati suami istri harus diselesaikan dengan komunikasi yang terbuka.
Saran: Jadilah orang yang Flexibble, gampang menyesuaikan diri, dan Pilihlah pasangan yang tidak kaku tetapi sanggup untuk menyesuaikan diri.
2) Tidak  Respectable. Respectable yaitu biasa di kagumi, dihormati. Tidaklah berlebihan bila kita mengatakan  bahwa “Hampir semua Masalah Perkawinan bersumber dari hilangnya rasa kekaguman atau respec diantara suami istri”.
Respect, Kekaguman  Ini adalah salah satu modal utama yang harus dimiliki oleh kita terhadap suami atau  istri. Adanya rasa Respec, kekaguman, hurmat kepada pasangan hidup dan kepada sesama akan menumbuhkan pandangan atau perfektif yang positif terhadap mereka. Sehingga pandangan Positif itu akan memudahkan  kita bisa menyelesaikan  segala problema, konflik, salah pengertian yang timbul dengan dia. Kekaguman terhadap pasangan adalah salah satu prasarat  yang harus dimiliki, oleh sepasang suami istri, yang didapat, dipupuk sejak sebelum pernikahan  berlangsung.
Ada sebagian pasangan yang kagum  terhadap  orang yang dikasihinya karena Senyumnya yang kas, ada yang kagum karena sikapnya yang rajin, yang ulet, yang jujur, yang gigih, sifatnya yang lemah lembut, yang tegas, yang kekar, yang maco, yang keibuan dan lain lain. Kalau kekaguman seperti ini tetap bisa di pertahankan atau di perbanyak,  keluarga akan semakin bahagia.
Bila rasa kekaguman atau respek  terhadap pasaangan itu  luntur karena berubahnya tabiat, sikap pasagan  yang tidak sepeti dulu lagi, Maka perlu kita pasangan ini akan gampang  ribut, gampang menyalahkan, gampang keluar kata kata kotor,  dan gampang retak.
Saran:  Jadilah orang yang bisa dikagumi, dihormati,  oleh  pasangan hidup anda juga oleh orang lain dan selanjutnya  bagi yang belum menikah,  menikahlah dengan seseorang yang engkau Kagumi atau hurmati.
3) Mereka Terlalu banyak perbedaan.
Perbedaan di sini mencakup: Cara berfikir,  gaya hidup, sikap hidup,  kebiasaan hidup falsafah hidup, selecara, karakter,  cita-cita  umur, pendidikan, dll.
Semakin banyak  perbedaan diantara keduanya memerlukan semakin banyak  energy, waktu dan usaha untuk penyesuaian diri. Semakin sedikit perbedaan  akan semakin sedikit yang harus mereka sesuikan. Bila energy terlalu banyak untuk memberskan perbedsaan, akhirnya sebagain pasangan tidak memiliki waktu lagi untuk mengurus kehidupan yang lain.
Saran : Untuk itu perlu dipertimbangkan bagi yang masih berpacaran. Carilah pasangan yang  lebih banyak persamaan, Adanya perbedaan itu membuat indah bila kita sanggup saling menyesuaikan. Tetapi bila terlalu banyak perbedaan itu sudah akan menyebabkan banyak masalah.
4) Tidak takut Tuhan. Pasangan seperti ini akan tidak segan-segan menghalalkan semua cara untuk mencapai tujuan. Orang yang takut Tuhan, juga akan takut menyakiti umat milik Tuhan, termasuk diri anda.
Saran: Untuk itu Jadilah Takut Akan Tuhan, dan pilihlah pasangan yang menghormati Tuhan itulah resep hidup bahagia suami istri.

Efesus  5:24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. 5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.