Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.
(Fil 1:21-22)
(Fil 1:21-22)
Setelah mendapat pertolongan dan mendekam semalam di sebuah tempat perlindungan, ia memutuskan pulang ke Nagasaki kota kelahirannya. Beberapa hari kemudian, Yamaguchi berada di kantor atasannya untuk menceritakan pengalamannya di Hiroshima. Tepat sesaat setelah ia bercerita, bom atom dijatuhkan di kota itu dan menghancurkan seisi kota. Hal yang mengherankan, sekali lagi Yamaguchi mendapati dirinya selamat.Pada 6 Agustus 1945, Tsutomu Yamaguchi sedang menunju Hiroshima untuk urusan bisnis. Sewaktu sedang turun dari kereta, tiba-tiba terdengar suara ledakan. Ternyata itu adalah suara ledakan bom atom yang dijatuhkan pesawat Amerika Serikat di kota tersebut. Dalam waktu singkat banyak orang bergelimpangan meregang nyawa. Yamaguchi memang tidak tewas, tetapi gendang telinganya pecah dan sempat mengalami kebutaan sementara.
Dari pengalaman hidup Yamaguchi, kita kembali diingatkan bahwa hidup atau matinya seseorang ada di tangan Tuhan. Bila Tuhan belum menghendaki seseorang untuk mati, orang tersebut pasti akan tetap hidup. Sedangkan bila Tuhan menghendaki seseorang untuk mati, tidak ada satu pun obat-obatan atau alat pun yang mampu membuatnya tetap bertahan hidup. Jika hidup dan mati di tangan Tuhan, sudah seharusnya kita tidak lagi memusingkan kapan akan mati atau dengan cara apa kelak kita akan mati. Itu adalah urusan Tuhan.
Jadi dengan demikian, satu-satunya yang harus kita pikirkan sekarang adalah cara kita yang masih hidup ini menggunakan waktu hidup untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi Tuhan dan sesama.
Inilah yang disebut oleh Paulus sebagai “bekerja memberi buah.” Sayangnya banyak orang tidak memahami hal ini. Alih-alih bekerja memberi buah, banyak orang malah menghabiskan waktu dengan sia-sia. Bagi orang seperti ini, tahu-tahu waktunya habis. Mari coba renungkan kembali kehidupan kita selama ini. Sudahkah kita menggunakan hidup yang singkat ini untuk memberi buah? Jika iya, tetaplah lakukan itu. Namun bila belum, lakukanlah selagi masih ada waktu.